Tutup Pasar Hewan Tradisional Indonesia yang Kejam


Ambil tindakan sekarang juga dengan menandatangani surat kami yang meminta pihak berwenang Indonesia agar mengambil tindakan segera untuk menutup pasar hewan hidup yang kejam di seluruh Indonesia.

Pasar hewan hidup – yang dikenal sebagai "pasar tradisional"– di Sulawesi Utara dan seluruh Indonesia adalah tempat terjadinya kekejaman yang ekstrem. Setiap minggu, puluhan ribu hewan diperdagangkan dan dibantai, termasuk ribuan anjing dan kucing.

Setiap minggu, ribuan anjing dan kucing dijebloskan dalam neraka mengerikan – ketakutan dan gemetar, menanti giliran. Anak-anak menyaksikan anjing-anjing berulangkali dihantam kepalanya dan dibakar hidup-hidup.

Tidak hanya kejam, perdagangan ini juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat, dan kebanyakan ilegal – mendorong pencurian anjing, perdagangan satwa liar ilegal dan memungkinkan penularan penyakit mematikan seperti rabies karena memasukkan anjing-anjing yang status kesehatannya tidak diketahui dari luar propinsi.

Pasar-pasar seperti ini harus dikutuk dan ditiadakan.

Bergabunglah dengan kami mendesak pihak berwenang agar mengambil tindakan segera untuk menutup pasar yang sangat keji ini!

Bagikan halaman ini

25,489

orang sudah menandatangani sejauh ini! Ayo bergabung.

Saya sangat prihatin atas nasib puluhan ribu anjing dan kucing yang terjebak dalam “pasar tradisional” yang kejam seperti “Pasar Ekstrem Tomohon”, dan risiko yang ditimbulkannya bagi ikrar Indonesia untuk bebas rabies di tahun 2020.

Investigasi koalisi Indonesia Bebas Daging Anjing pada bulan Desember 2017 di pasar Sulawesi Utara telah mengungkapkan penderitaan yang amat sangat terhadap puluhan ribu anjing dan kucing setiap minggunya, serta hewan-hewan lain yang tak terhitung jumlahnya, termasuk spesies satwa liar yang ditangkap dan dibantai secara ilegal.

Ada kekhawatiran yang meningkat akan risiko yang ditimbulkan perdagangan daging anjing terhadap kesehatan manusia, termasuk penularan rabies. Ditambah lagi, saya sangat terusik mengetahui bahwa anak-anak terus-menerus terpapar adegan kekejaman ekstrem terhadap hewan seperti pemukulan kepala dan pembakaran hewan hidup-hidup di berbagai pasar publik ini. Ada bukti kuat tentang dampak psikologis merugikan terhadap kesehatan mental anak-anak yang menyaksikan kebrutalan semacam ini.

Pembantaian dan penjagalan anjing yang brutal dan tidak higienis serta konsumsi daging dari hewan yang positif terjangkit rabies membahayakan kesehatan manusia. Ada berbagai laporan tentang kematian manusia akibat rabies yang terkait langsung dengan keterlibatan dalam pembantaian, penjagalan, penanganan dan bahkan konsumsi daging dari anjing yang terinfeksi. 

Peningkatan oposisi global dan vokal terhadap perdagangan daging anjing dan kucing, dan praktik-praktik serupa sangat berdampak buruk pada reputasi internasional Indonesia. Kontras dengan citra #WonderfulIndonesia, adegan kekejaman ini akan mengejutkan jutaan orang di seluruh dunia, termasuk calon wisatawan yang mungkin memutuskan untuk tidak berkunjung ke Indonesia sampai ada tindakan diambil. Karena Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang paling kaya akan keanekaragaman hayati, saya mendorong Anda untuk mempromosikan keindahan alam, dan menjaga reputasi Indonesia dari adegan mengerikan semacam itu.

Di seluruh Asia, makin banyak negara dan wilayah yang melarang perdagangan dan konsumsi daging anjing dan kucing, atas dasar risiko kesehatan manusia, perlindungan hewan, dan peran khusus anjing dan kucing sebagai hewan pendamping manusia.

Saya mendesak Anda, atas nama semua anjing dan kucing – dan atas nama 93% penduduk Indonesia yang tidak pernah mengonsumsi daging anjing / kucing – agar mengambil tindakan untuk melindungi hewan-hewan Indonesia dari kekejaman dan kesehatan negara ini dari risiko penyakit, dengan meniadakan pasar hewan hidup yang kejam.

Animal cruelty is not a tourist attraction